“ Umrah ke umrah merupakan kafarah (dosa) di antara keduanya. Sedangkan haji mabrur tiada balasan baginya kecuali surga ” HR Malik, Bukhari
Umrah JAYYID JIDDAN 02 Juli 2026 . 2x Jum'atan . Free Kereta Cepat Haramain Express . Free Thaif
35Total seat
33sisa seat
Rp 36.800.000
/pax
Umrah MUMTAZZ 03 Agustus 2026 . Free Kereta Cepat Haramain Express
35Total seat
34sisa seat
Rp 44.600.000
/pax
Umrah JAYYID 21 Desember 2026 . Free Kereta Cepat Haramain Express
35Total seat
34sisa seat
Rp 37.600.000
/pax
Umrah MUMTAZZ 19 Oktober 2026 . Free Kereta Cepat Haramain Express
35Total seat
34sisa seat
Rp 46.500.000
/pax
Umrah JAYYID 12 November 2026 . 2x Jum'atan . Free Kereta Cepat Haramain Express . Free Thaif
35Total seat
33sisa seat
Rp 38.600.000
/pax
Umrah MUMTAZZ 21 Desember 2026 . Free Kereta Cepat Haramain Express
35Total seat
34sisa seat
Rp 47.400.000
/pax
Umrah MUMTAZZ 20 Juli 2026 . Free Kereta Cepat Haramain Express
35Total seat
34sisa seat
Rp 44.600.000
/pax
Umrah JAYYID JIDDAN 24 September 2026 . 2x Jum'atan . Free Kereta Cepat Haramain Express . Free Thaif
35Total seat
34sisa seat
Rp 36.800.000
/pax
Baca Artikel terbaru dari kami Lihat Semua
Dalam rangka mempersiapkan keberangkatan ibadah haji secara maksimal, Nur Ramadhan Wisata kembali menyelenggarakan kegiatan manasik haji praktik sebag...
<p style="text-align: justify"> Perjalanan haji dan umrah bukan hanya sekadar perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki dan menyempurnakan ibadah kepada Allah. Oleh karena itu, setiap jamaah diarahkan untuk memahami dan melaksanakan ibadah berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in, yang dikenal sebagai manhaj salaf.</p><p style="text-align: justify">Melalui pembinaan sebelum keberangkatan dan bimbingan selama perjalanan, jamaah dibantu memahami tata cara haji dan umrah sesuai sunnah Rasulullah ﷺ, mulai dari niat, thawaf, sa’i hingga tahallul. Jamaah juga dibimbing mempelajari doa dan dzikir yang shahih, sehingga ibadah yang dilakukan memiliki landasan dalil yang jelas.</p><p style="text-align: justify">Dengan pemahaman tersebut, diharapkan jamaah dapat terhindar dari praktik ibadah yang tidak dicontohkan, serta lebih fokus menjalankan ibadah dengan tuntunan yang benar.</p><p style="text-align: justify">Pendekatan ini membantu jamaah beribadah dengan lebih tenang, khusyuk, dan penuh keyakinan, karena setiap amalan dilakukan berdasarkan tuntunan syariat. Selain menjadi perjalanan spiritual, haji dan umrah juga menjadi sarana menambah ilmu dan memperbaiki kualitas ibadah.</p><p style="text-align: justify">Dengan mengedepankan tauhid, sunnah, dan pemahaman salaf, perjalanan menuju Baitullah diharapkan menjadi ibadah yang lebih bermakna dan membawa keberkahan, serta menjadi jalan untuk meraih haji dan umrah yang mabrur.</p>
<p> Bulan suci Ramadan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan bagi umat Islam. Di antara seluruh hari dalam bulan ini, 10 hari terakhir Ramadhan memiliki keutamaan yang sangat istimewa. Pada waktu inilah umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar.</p><h3>1. Waktu Turunnya Malam Lailatul Qadar</h3><p>Salah satu keistimewaan terbesar dari 10 hari terakhir Ramadhan adalah adanya Lailatul Qadar. Malam ini disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang luar biasa besar.</p><p>Karena waktu pastinya dirahasiakan, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan.</p><h3>2. Rasulullah Lebih Bersungguh-sungguh dalam Ibadah</h3><p>Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa ketika memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW meningkatkan ibadahnya dengan lebih sungguh-sungguh dibandingkan hari-hari sebelumnya. Beliau menghidupkan malam dengan shalat, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah.</p><p>Hal ini menjadi teladan bagi umat Islam agar tidak menyia-nyiakan kesempatan emas di akhir Ramadhan.</p><h3>3. Dianjurkan Melakukan I’tikaf</h3><p>Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada 10 hari terakhir Ramadhan adalah i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah kepada Allah SWT. Dengan i’tikaf, seorang Muslim dapat lebih khusyuk dalam memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan merenungi makna kehidupan.</p><h3>4. Waktu Terbaik untuk Memohon Ampunan</h3><p>Sepuluh hari terakhir Ramadhan juga merupakan waktu terbaik untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW mengajarkan doa yang sering dibaca ketika mencari Lailatul Qadar:</p><blockquote><p>“<strong>Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”<br><em>Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.</em></strong></p></blockquote><p>Doa ini menjadi pengingat bahwa setiap manusia membutuhkan ampunan dan rahmat dari Allah.</p><h3>5. Momentum Memperbaiki Diri</h3><p>Banyak orang menjadikan 10 hari terakhir Ramadhan sebagai momen introspeksi dan memperbaiki diri. Dengan memperbanyak ibadah, sedekah, serta memperbaiki hubungan dengan sesama, diharapkan seseorang dapat keluar dari Ramadhan dalam keadaan lebih baik dari sebelumnya.</p><h3></h3><p>Sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah kesempatan emas yang tidak datang dua kali dalam setahun. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkannya dengan memperbanyak ibadah, doa, sedekah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.</p><p>Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk meraih keberkahan di akhir Ramadhan dan dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar. </p>
<h2>Sunnah dan Larangan Saat Ihram yang Wajib Diketahui Jamaah</h2><p style="text-align: justify">Ihram merupakan salah satu rukun penting dalam ibadah umrah maupun haji. Saat memasuki keadaan ihram, jamaah harus menjaga diri dari hal-hal yang dilarang serta dianjurkan untuk melakukan beberapa sunnah sebagai bentuk persiapan lahir dan batin. Dengan memahami hal ini, diharapkan ibadah dapat berjalan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan syariat.</p><h3>✅ Sunnah Sebelum Ihram (Dapat Dilakukan di Kamar Hotel)</h3><p>Sebelum berniat ihram, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan:</p><p><strong>1. Memotong kuku</strong><br>Membersihkan kuku menjadi bagian dari menjaga kebersihan diri sebelum memulai ibadah.</p><p><strong>2. Mencukur kumis, bulu kemaluan, dan mencabut bulu ketiak</strong><br>Hal ini termasuk fitrah yang dianjurkan dalam Islam agar tubuh tetap bersih dan nyaman selama beribadah.</p><p><strong>3. Menyisir atau merapikan rambut</strong><br>Rambut yang rapi membantu jamaah merasa lebih segar sebelum memasuki kondisi ihram.</p><p><strong>4. Mandi besar (mandi sunnah ihram)</strong><br>Mandi sebelum ihram bertujuan untuk menyucikan diri serta memberikan kesiapan fisik dan mental dalam beribadah.</p><p><strong>5. Memakai wewangian di badan (khusus laki-laki)</strong><br>Disunnahkan menggunakan parfum pada tubuh sebelum berniat ihram, namun tidak pada kain ihram. Setelah niat diucapkan, penggunaan wewangian tidak lagi diperbolehkan.</p><hr><h3>⚠️ Larangan-Larangan Saat Ihram</h3><p>Ketika seseorang telah berniat ihram, maka beberapa hal berikut harus dihindari:</p><p><strong>1. Mencukur atau mencabut rambut di seluruh badan</strong><br>Termasuk rambut kepala, kumis, jenggot, bulu ketiak, dan bulu kemaluan.</p><p><strong>2. Menggunting kuku</strong><br>Oleh karena itu, dianjurkan untuk memotong kuku sebelum ihram.</p><p><strong>3. Menutup kepala bagi laki-laki</strong><br>Sedangkan perempuan dilarang menutup wajah dan telapak tangan (tidak memakai cadar dan sarung tangan).</p><p><strong>4. Mengenakan pakaian berjahit yang membentuk tubuh bagi laki-laki</strong><br>Laki-laki wajib memakai kain ihram tanpa jahitan yang mengikuti bentuk tubuh.</p><p><strong>5. Menggunakan harum-haruman</strong><br>Segala bentuk parfum atau wewangian tidak diperbolehkan setelah niat ihram.</p><p><strong>6. Memburu atau membunuh hewan</strong><br>Ihram mengajarkan jamaah untuk menjaga kehidupan makhluk lain.</p><p><strong>7. Melakukan lamaran atau akad nikah</strong><br>Baik menikahkan diri sendiri maupun orang lain tidak diperbolehkan dalam kondisi ihram.</p><p><strong>8. Berhubungan badan suami istri</strong><br>Hal ini termasuk pelanggaran berat dalam ihram.</p><p><strong>9. Bermesraan dengan pasangan</strong><br>Segala bentuk tindakan yang mengarah pada syahwat harus dihindari demi menjaga kesucian ibadah.</p><hr><h3></h3><p style="text-align: justify">Memahami sunnah dan larangan ihram adalah langkah penting agar ibadah umrah atau haji menjadi lebih sempurna. Persiapan yang baik akan membantu jamaah menjalankan ibadah dengan tenang, nyaman, dan penuh kekhusyukan.</p><p style="text-align: justify">Semoga Allah SWT menerima setiap langkah ibadah kita dan memberikan kemudahan dalam menjalankannya. Aamiin 🤲</p>
Tour Leader dari Palembang
Get an updates and open in your mobile right now!